A. Asesmen Kinerja (Performance Assessment)
Asesmen kinerja merupakan penilaian
yang mengharuskan peserta didik untuk mempertunjukkan kinerja, bukan menjawab
atau memilih jawaban yang tersedia (Zainul, 2001). Dalam pembelajaran di kelas,
guru tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga harus mengukur aspek
afektif secara keseluruhan (aspek kognitif, afektif, dan psikomotor) digunakan
asesmen kinerja saat siswa melakukan unjuk kerja, untuk menilai afektif dan
psikomotor dengan menggunakan paper and pencil test untuk mengukur
pemahaman konsepnya. Senada dengan pendapat di atas Linn dan Gronlund
mengatakan bahwa,
Assessment is a general term that includes
the full range of procedures used to gain information about student learning
(observations, ratings of performances or projects, paper and pencil tests) and
the formation of value judgements concerning learning progress
(Linn & Gronlund, 1995: 5).
Menurut Stiggins (1994), performance
assessment adalah suatu bentuk tes dimana siswa diminta untuk melakukan
aktivitas khusus di bawah pengawasan penguji (guru) yang akan mengobservasi
penampilannya dan membuat keputusan tentang kualitas hasil belajar yang ditunjukkannya.
Senada dengan pendapat di atas, Airasian (1994) berpendapat bahwa penilaian
yang mampu membuat siswa memberikan suatu jawaban atau suatu hasil yang
mendemonstrasikan atau mempertunjukan segala pengetahuan dan keterampilan atau
kinerja disebut asesmen kinerja.
The process of collecting,
interpreting, and synthesizing information to aid in decision making is called
assessment performance is….a pupil’s skill in carrying out an activity or
producing product… assessment in which the teacher observes and makes judgement
about a pupil’s skill in carrying out an activity or producing product are
called performance assessment (Airasian, 1991: 252).
Manfaat dan Kelebihan Asesmen Kinerja
Asesmen kinerja memberikan kesempatan
kepada siswa dalam berbagai tugas untuk memperlihatkan kemampuan keterampilan
yang berkaitan dengan tugas atau kegiatan yang harus dikerjakan. Artinya,
asesmen kinerja mengarah pada kemampuan baik psikomotor, afektif, maupun
kognitif. Dengan demikian melalui asesmen kinerja guru dapat menilai siswa
tidak hanya dari segi kognitif saja yang membuat penilaian seringkali tidak
adil.
Manfaat asesmen kinerja menurut
Airasian (1994) yaitu mengindikasikan bagaimana siswa menggunakan informasi
untuk memperlihatkan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas dan
menghasilkan sesuatu dalam situasi dengan menggambarkan kehidupan sebenarnya.
Manfaat lainnya adalah bahwa satu kali asesmen kinerja dikembangkan, maka
instrumen tersebut dapat digunakan terus menerus.
Sementara itu, keunggulan asesmen kinerja
sebagaimana diungkapkan Stiggins (1994) bahwa penggunaan asesmen kinerja di
dalam kelas membuat guru lebih percaya diri dan menyukai kualitas asesmen
kinerja. Reichel (1994) mengemukakan bahwa asesmen kinerja berguna bagi guru
untuk memandang asesmen sebagai bagian dari proses belajar mengajar, bukan
sekedar nilai akhir, membangun atau membentuk kriteria-kriteria untuk
memastikan evaluasi yang dibuat tidak menjadi bias, menemukan berbagai
keterampilan dan kualitas yang diharapkan dapat membentuk karakter siswa, lebih
menitikberatkan pada kunci konseptual dan keterampilan pemecahan masalah
daripada mengungkapkan fakta-fakta ingatan siswa dan melibatkan siswa dalam
evaluasi kerja mereka.
B. Asesmen Portofolio
Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Portofolio sebenarnya diartikan sebagai suatu wujud benda fisik, sebagai suatu proses sosial pedagogis, maupun sebagai adjective. Sebagai suatu wujud benda fisik itu adalah bundle, yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu bundle. Sebagai suatu proses social pedagogis, portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran peserta didik baik yang berwujud pengetahuan (kognitif), keterampilan (skill), maupun nilai dan sikap (afektif).
Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Portofolio sebenarnya diartikan sebagai suatu wujud benda fisik, sebagai suatu proses sosial pedagogis, maupun sebagai adjective. Sebagai suatu wujud benda fisik itu adalah bundle, yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu bundle. Sebagai suatu proses social pedagogis, portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran peserta didik baik yang berwujud pengetahuan (kognitif), keterampilan (skill), maupun nilai dan sikap (afektif).
Pengertian portofolio
menurut para ahli diantaranya :
• Collins, (1992)
Portofolio didefinisikan sebagai wadah yang berisi sejumlah bukti yang dikumpulkan untuk tujuan tertentu.
• Collins, (1992)
Portofolio didefinisikan sebagai wadah yang berisi sejumlah bukti yang dikumpulkan untuk tujuan tertentu.
•
Paulson, (1991)
Portofolio sebagai kumpulan pekerjaa siswa yang menunjukkan usaha, perkembangan dan kecakapan mereka di dalam satu bidang atau lebih. Kumpulan itu harus mencakup partisipasi siswa dalam seleksi isi, kriteria seleksi, kriteria penilaian dan bukti refleksi diri.
Portofolio sebagai kumpulan pekerjaa siswa yang menunjukkan usaha, perkembangan dan kecakapan mereka di dalam satu bidang atau lebih. Kumpulan itu harus mencakup partisipasi siswa dalam seleksi isi, kriteria seleksi, kriteria penilaian dan bukti refleksi diri.
• David and Roger, (2002) (dalam Nonika, 2005)
Portofolio adalah kumpulan bukti atau keterangan mengenai para siswa atau
sekelompok siswa yang menunjukkan kemajuan akademik, prestasi, ketrampilan, dan
sikap. Dengan demikian portofolio sebagai asesmen adalah pengumpulan informassi
tentang siswa melalui bukti beberapa contoh pekerjaan siswa yang berkelanjutan.
• Glencoe, (1999)
Portofolio adalah kumpulan dari pekerjaan siswa yang representative yang
dikoleksi selama periode tertentu. Portofolio menggambarkan aktivitas siswa
dalam sains, yang berfokus pada pemecahan masalah, bernalar dan berpikir
kritis, komunikasi tertulis, dan pandangan siswa terhadap dirinya sendiri
sebagai orang yang belajar sains.
• Gronlund,(1998) (dalam Rusoni, 2001)
Portofolio mencakup berbagai contoh pekerjaan siswa yang bergantung pada
keluasan tujuan. Apa yang harus tersurat bergantung pada subyek dan tujuan dan
penggunaan portofolio. Contoh pekerjaan siswa ini memberikan dasar pertimbangan
kemajuan belajarnya dan dapat dikomunikasikan kepada siswa, orang tua serta
pihak lain yang tertarik dan berkepentingan.
Bagian-Bagian Portofolio
Portofolio umumnya terdiri atas beberapa bagian, yaitu :
Daftar isi dokumen
Pada halaman depan bendel portofolio tertulis nama peseta didik yang bersangkutan, daftar evidence (objek penilaian).
Isi dokumen
Isi portofolio dinamakan dokumen, dapat berupa kumpulan atau tugas yang berisi pekerjaan peserta didik selama waktu tertentu yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian kinerja yang objektif. Hasil kerja peserta didik menjadi ukuran seberapa baik tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik telah dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar yang terdapat dalam kurikulum. Sumber data dari portofolio dapat berupa orang tua, tenaga pendidik atau masyarakat yang mengetahui program pendidikan.
Bendel dokumenPortofolio umumnya terdiri atas beberapa bagian, yaitu :
Daftar isi dokumen
Pada halaman depan bendel portofolio tertulis nama peseta didik yang bersangkutan, daftar evidence (objek penilaian).
Isi dokumen
Isi portofolio dinamakan dokumen, dapat berupa kumpulan atau tugas yang berisi pekerjaan peserta didik selama waktu tertentu yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian kinerja yang objektif. Hasil kerja peserta didik menjadi ukuran seberapa baik tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik telah dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar yang terdapat dalam kurikulum. Sumber data dari portofolio dapat berupa orang tua, tenaga pendidik atau masyarakat yang mengetahui program pendidikan.
Kumpulan semua dokumen peserta didik baik evidence, worksheet, maupun lembaran-lembaran informasi dan lembaran kerja yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran dimasukkan kedalam bendel dokumen portofolio. Dokumen-dokumen tersebut ditempatkan dalam satu map atau folder.
Batasan dokumen
Dokumen-dokumen portofolio perlu dikelompokkan sehingga mudah untuk mendapatkannya bila diperlukan. Agar kelompok dokumen mudah diorganisir maka perlu diberi pembatas misalnya dengan kertas berwarna. Batasan tersebut sangat berguna untuk memisahkan antara dokumen kelompok satu dengan yang lain.
Catatan guru dan orang tua
Pada setiap dokumen yang relevan harus terdapat catatan, komentar atau nilai dari guru dan tanggapan orang tua. Akan lebih lagi jika terdapat catatan atau tanggapan peserta didik yang bersangkutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar